Musisi Emo 2000-an: Dulu dan Sekarang
Setelah kemarin kita membahas tutorial memainkan lagu "I Miss You" dari Blink-182, kali ini BRKNAMP ingin memperlihatkan wajah wajah musisi emo dulu dan sekarang. Di era 2000-an merupakan masa keemasan bagi genre emo, di mana banyak band dan musisi berhasil menarik perhatian dengan lirik yang emosional, melodi yang kuat, dan gaya yang khas. Tanpa berlama lama lagi inilah wajah wajah musisi emo dulu dan sekarang.
1. Pete Wentz dari Fall Out Boy
Dulu:
Pada awal 2000-an, Pete Wentz bersama Patrick Stump, Joe Trohman, dan Andy Hurley membentuk Fall Out Boy, yang dengan cepat menjadi salah satu band terkemuka dalam genre pop-punk dan emo. Album mereka, "From Under the Cork Tree" (2005), membawa nama mereka ke panggung internasional dengan lagu-lagu seperti "Sugar, We're Goin Down" dan "Dance, Dance".
Sekarang :
Hingga pada 2025, Pete Wentz masih aktif di Fall Out Boy dan mengumumkan dua pertunjukan langsung pertama mereka, menandakan kembalinya mereka ke panggung setelah beberapa tahun.
Selain itu Pete Wentz juga terlibat dalam sejumlah proyek bisnis yang berfokus pada fashion dan media. Sejak awal kariernya, ia telah mendirikan beberapa proyek terkait mode, seperti Clandestine Industries, dan ia dikenal dengan gaya uniknya yang turut memengaruhi dunia mode alternatif.
2. Hayley Williams dari Paramore
Dulu :
Karier Hayley Williams dimulai ketika ia bergabung dengan Paramore pada usia 15 tahun, bersama Josh dan Zac Farro, Jeremy Davis, dan Jason Bynum. Band ini dengan cepat menarik perhatian lewat album debut mereka, "All We Know Is Falling" (2005), yang memperkenalkan gaya emo-pop khas mereka.
Sekarang :
Setelah beberapa tahun lebih fokus pada Paramore dan proyek solonya, Hayley Williams merencanakan tur solo pertamanya yang dijadwalkan pada tahun 2025. Tur ini diumumkan pada akhir 2024 dan akan membawa Hayley ke berbagai tempat untuk menampilkan materi dari album solo sebelumnya, "Petals for Armor" (2020), dan "FLOWERS for VASES / descansos" (2021).
Di luar musik, Hayley juga mendirikan Good Dye Young, sebuah lini produk pewarna rambut vegan yang ramah lingkungan. Proyek ini terus berkembang, dan Hayley terus berfokus pada produk yang berkelanjutan dan mendukung lingkungan, selaras dengan gaya hidupnya yang peduli dengan isu-isu tersebut.
3. Brendo Urie dari Panic! at the Disco
Dulu:
Karier Brendon Urie dimulai saat ia bergabung dengan Panic! at the Disco pada tahun 2004. Meskipun awalnya bukan vokalis utama, bakat vokalnya yang luar biasa membuatnya mengambil posisi tersebut. Album debut mereka, "A Fever You Can’t Sweat Out" (2005), langsung melambungkan nama band ini berkat single hit "I Write Sins Not Tragedies". Lagu ini, dengan liriknya yang cerdas dan aransemen yang teatrikal, menjadi salah satu lagu paling ikonik dari era emo.
Sekarang:
Pada awal 2010-an, Panic! at the Disco menghadapi perubahan besar dengan keluarnya beberapa anggota pendiri, termasuk Ryan Ross dan Spencer Smith. Namun, Brendon terus melanjutkan band ini sebagai satu-satunya anggota asli yang tersisa.
Pada Maret 2023, Brendon Urie mengumumkan bahwa Panic! at the Disco akan dibubarkan setelah lebih dari dua dekade berkarier. Keputusan ini diambil setelah Urie mengumumkan kelahiran anak pertamanya dan menyatakan ingin fokus pada keluarga. Namun, meskipun band tersebut resmi berakhir, Urie kembali ke panggung besar pada 2025 untuk penampilan spesial di festival "When We Were Young" di Las Vegas. Ia akan tampil bersama bandnya sebagai headliner dan membawakan album ikonik mereka, "A Fever You Can't Sweat Out", untuk merayakan ulang tahun ke-20 album tersebut.
4. Gerard Way dari My Chemical Romance
Dulu:
Pada awal 2000-an, Gerard Way bersama dengan rekan-rekan bandnya membentuk My Chemical Romance (MCR) yang menjadi salah satu band paling ikonik dalam dunia musik emo dan rock. Band ini merilis album debut mereka "I Brought You My Bullets, You Brought Me Your Love" pada 2002, tetapi album kedua mereka, "Three Cheers for Sweet Revenge" (2004), yang membawa mereka ke puncak popularitas. Dengan lagu-lagu seperti "Helena" dan "I'm Not Okay (I Promise)", MCR menjadi simbol dari budaya emo di pertengahan 2000-an.
Sekarang:
Pada 2025, Gerard Way tetap berfokus pada beberapa aspek kariernya, baik sebagai musisi maupun penulis. My Chemical Romance kemungkinan besar akan kembali melakukan tur, mengingat antusiasme besar dari penggemar. Proyek "The Umbrella Academy" juga diperkirakan akan melanjutkan kesuksesannya dengan musim-musim berikutnya, membawa Gerard lebih dikenal di dunia televisi.
5. Jared Leto dari Thirty Seconds to Mars
Dulu:
Pada awal 2000-an, Jared Leto sudah terkenal di dunia akting berkat perannya dalam film Requiem for a Dream (2000) dan serial TV My So-Called Life (1994). Namun, karier musiknya mulai naik daun dengan didirikannya band Thirty Seconds to Mars pada tahun 1998, yang ia bentuk bersama dengan saudaranya, Shannon Leto. Band ini merilis album debut mereka, Thirty Seconds to Mars (2002), yang mendapat sambutan positif, meskipun popularitas band mulai benar-benar meroket dengan album kedua mereka, A Beautiful Lie (2005). Lagu seperti "The Kill (Bury Me)" dan "A Beautiful Lie" menjadi hit besar dan menjadikan band ini sebagai salah satu pionir rock alternatif modern.
Sekarang:
Jared Leto tetap aktif dalam berbagai bidang, termasuk musik, film, dan media sosial. Thirty Seconds to Mars, melanjutkan aktivitas mereka dengan merilis album "America" pada 2018. Setelah itu, mereka lebih fokus pada konser dan tur. Pada akhir 2024, Jared Leto mengungkapkan rencana untuk kembali melakukan tur pada 2025, menyapa penggemar setelah jeda beberapa tahun.
Pada 2022, Jared Leto membintangi film "Morbius", di mana ia memerankan Dr. Michael Morbius, seorang ilmuwan yang menjadi vampir. Film ini merupakan bagian dari semesta Spider-Man Sony dan mendapatkan perhatian luas dari penggemar komik dan film superhero.



:max_bytes(150000):strip_icc():focal(745x218:747x220)/Hayley-Williams-return-072823-1-2c372d0eb44b4f81b24d8ff41d1acce1.jpg)





jared letto beda banget ya
ReplyDelete