Evolusi musik Emo




1980-an: Gelombang Pertama

Emo atau emotional music adalah sebuah gaya musik rock yang memiliki ciri khas musik yang modius, dengan lirik-lirik ekspresif. Lahir di Washington D.C. pada pertengahan 1980-an musik ini awalnya disebut dengan emotional hardcore atau emocore, akar dari musik emo ini adalah band bernama Rites Of Spring. Secara musikalitas musik emo ini mirip dengan musik genre Post-Hardcore yang bisa dibilang musikalitas yang kacau, lirik-lirik dari band Rites Of Spring ini yang membuat mereka dipilih sebagai bapak emo. Awal terpilihnya Rites Of Spring sebagai bapak emo berawal dari lirik lagu dari Rites Of Spring yang berjudul 'For Want Of' yang tertulis seperti ini I woke up this morning with a piece of past caught in my throat / And then I choked,”.Lirik ini sangat memukau dan menjadi salah satu contoh pertama dari pola pikir yang "F*cked Up" yang kemudian mendefinisikan lirik dan penyampaian vokal emo. Tetapi Rites Of Spring ternyata sangat membenci pelabelan 'emo' kepada bandnya, Guy Picciotto, vokalis dari band ini pernah berkata dalam sebuah interview tentang pelabelan 'emo' ini dia berkata “I’ve never recognized ’emo’ as a genre of music,”, “I just thought that all the bands I played in were punk-rock bands. The reason I think it’s so stupid is that – what, like the Bad Brains weren’t emotional? What – they were robots or something? It just doesn’t make any sense to me.” Picciotto kesal karena ia berpikir bahwa pelabelan sebagai bapak emo tidak pantas untuk bandnya dia berfikir band seperti Bad Brains lebih pantas karena menurutnya band ini lebih emosional.

Penolakan terhadap istilah 'emo' terus berlanjut selama evolusi pertengahan tahun 80-an, salah satunya band Embrace yang di pimpin oleh Ian McKaye menolak istilah 'emo' kepada bandnnya bahkan McKaye pernah berkata di sebuah brosur skate ternama Thrasher bahwa emo adalah “the stupidest fucking thing I’ve ever heard” tetapi setelah itu Embrace bergabung dengan grup seperti Beefeater dan Dag nasty mengikuti pergerakan Revolution Summer pada 1985. Mereka membuat genre emo yang waktu itu hampir sama dengan genre hardcore, tujuan mereka membuat genre emo ini adalah bentuk perlawanan budaya moshing yang rusuh dan menentang seksisme yang, sayangnya masih sering ada di skena punk-rock.

Setelah Revolution Summer itu banyak band-band yang mulai memakai genre emo ini tetapi 
Banyak band emo-core awal itu bubar tetapi McKaye dan Piccolotto sendiri akhirnya lanjut membuat band Fugazi. yang menjadi pondasi awal terbentuknya skena emo.

1990-an: Gelombang Kedua

Pada tahun 1990-an, emo menyebar dari dari tempat asalnya di pantai barat Amerika ke wilayah Midwest, dan disanalah Emo ini makin berjaya. Band-band seperti Sunny Day Real Estate, Piebald, Cap'n Jazz, dan The promise Ring berhasil mengasah musik emo generasi awal dan meningkatkan emosi dalam prosesnya.

Era ini benar-benar menarik hati dan pikiran anak muda diseluruh dunia, karena remaja remaja waktu itu sangat terpikat dengan suara suara emo yang penuh rasa sedih dan melankonis. Yang membuat musik emo dengan yang lain adalah musik emo dikenal dengan hubungan emosional yang intim antara band dan penggemarnya. Ini membuat emo berkembang menjadi gerakan underground. dengan label seperti Deep Elm Dan Jade Tree menjadi tongrongannya. Mereka mengontrak band-band seperti Joan Of Arc dan Nada Surf yang membuat skena emo ini menjadi semakin solid.

2000s: Gelombang ketiga dan kejayaannya di akhir 2000-an

Memasuki tahun 2000-an, batasan genre emo ini semakin kabur. di era ini, pop-punk dan emo mulai saling meyatu, dengan band-band seperti Jimmy Eat World, Saves The Day, dan Brand New menggabungkan kemampuan punk mereka yang mentah dengan lirik yang tajam, dan ditambah dengan melodi dan struktur lagu yang lebih pop. Sementara itu, band-band dengan gaya post-hardcore atau screamo seperti Thursday membuktikan bahwa skena underground yang lebih berat masih memiliki kesempatan.

Lalu pada pertengahan 2000-an munculnya MySpace mengubah emo dari sekadar genre musik jadi budaya tandingan (counter-culture) yang lengkap. Band-band seperti Fall Out Boy, My Chemical Romance, Paramore, dan Panic! At The Disco jadi wajah utama dari cabang “mall emo,” yang identik dengan skinny jeans, eyeliner, rambut hitam pekat, dan gaya yang jadi sorotan. Media sepeti The Daily Mail bahkan menyebutnya ini sebagai “krisis budaya”.

Banyak emo purists yang tidak suka dengan era ini, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa ini adalah masa di mana emo benar-benar melejit. Dari tayangan konstan di MTV sampai masuk ke kesadaran budaya yang lebih luas, tahun 2000-an berhasil ngedorong emo lebih jauh dari sebelumnya.

2010 dan seterusnya...

Dalam dekade terakhir, istilah emo berkembang ke dua arah yang cukup jelas. Di satu sisi, ada emo revival yang membawa banyak band kembali ke inspirasi dari gelombang kedua genre ini. Band-band seperti The Hotelier, La Dispute, Foxing, Modern Baseball, dan lainnya muncul dengan sentuhan unik mereka pada indie-rock emosional yang terinspirasi dari koleksi album 90-an mereka.

Di sisi lain, band-band seperti Fall Out Boy, Panic! At The Disco, dan Paramore sudah melampaui label emo dan berubah menjadi artis pop besar yang manggung di festival-festival internasional. Sementara itu, generasi baru juga mulai menggabungkan sensibilitas emo dengan hip-hop. Nama-nama seperti Lil Peep, Princess Nokia (dengan mixtapeA Girl Cried Red”), nothing, nowhere, dan Ghostemane membawa genre ini ke arah yang lebih futuristik. Pendekatan ini membuat emo nerds lama kesal, tapi di saat yang bersamaan membuat anak-anak muda generasi baru semangat.

Dan kemana emo akan menuju selanjutnya? Itu masih jadi tanda tanya besar.

Source: https://www.nme.com/blogs/nme-blogs/emo-wave-guide-evolution-2302802

Comments

Popular Posts